Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #30HariMenulisSuratCinta. Tampilkan semua postingan

07 Februari 2013

Ku Pergi, Kau Kembali.

Aku tidak mengerti mengapa, disaat aku mencoba untuk menjauh dan menjaga jarak darimu, kamu mencoba kembali lagi. Aku sungguh tidak mengerti apa yang ada dipikiranmu.

Beberapa minggu ini aku telah mencoba untuk tidak berkomunikasi denganmu, entah melalui twitter, bbm, ataupun sms. Aku mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang terjadi padamu. Dan aku sedikit berhasil dengan apa yang aku coba lakukan. Tapi kamu kemudian datang lagi, mencoba berkomunikasi denganku. Aku tidak tahu mengapa kamu seperti itu, padahal kamu dengan jelas menyadari bahwa aku mencoba pergi dan melupakanmu.

Kamu juga dengan berani memberi pernyataan bahwa aku kangen kamu. Walaupun benar aku kangen kamu, bukan berarti aku harus mengatakannya padamu, bukan? Aku sudah tidak seberani seperti dulu yang mengatakan aku suka kamu atau aku kangen kamu setelah aku tahu kenyataan yang sebenarnya. Kenyataan bahwa kamu tidak pernah melihat perasaanku padamu. Tidak pernah menganggap perasaan spesial itu ada.

Aku masih mencoba dan selalu mencoba membangun dinding agar aku bisa menahan perasaanku padamu, menahan semua keinginanku untuk lebih menyayangimu. Tapi dengan mudah kamu menyelinap lagi kebalik dinding itu dan sedikit demi sedikit meruntuhkannya. Walaupun begitu, aku akan tetap mencoba membangunnya kembali sampai suatu saat nanti kamu tak akan bisa lagi meruntuhkannya. Sampai nanti aku bisa benar-benar melupakanmu dan menghapus semua perasaan ini. Yang akhirnya aku akan pergi dan menghilang, dan kamu tak akan pernah bisa kembali lagi.

Semoga saat itu akan segera tiba dan disaat kamu tersadar akan kepergianku, kamu tidak menyesal telah menyia-nyiakan perasaan yang aku punya untukmu. Semoga saja.


Yang mencoba pergi,
Adel

06 Februari 2013

Lovely Luna.

Hey my lovely luna.. That's what I call you last nite, luna..

Kata-kata di atas adalah salah satu penggalan lirik dari sebuah lagu. Bukan lagu yang banyak diketahui oleh kebanyakan orang. Hanya segelintir orang saja yang tahu lagu ini karena dinyayikan oleh seorang penyanyi amatiran.

Namanya Rizkianur, panggilan akrabnya ikal mojo. Awalnya aku tidak mengenalnya, aku hanya tahu lagu-lagu ciptaannya sendiri dan lagu yang dia cover saja. Seperti lagu lovely luna yang pertama kali aku dengar karena tahu dari salah seorang teman. Aku langsung jatuh cinta dengan suaranya. Suara sengau yang sedikit serak-serak basah.

Selang beberapa waktu, akhirnya aku berkenalan dengannya. Abang aris atau abang ikal, begitulah aku menyapanya. Lambat laun dengan berjalannya waktu, dalam sebulan bang ikal  bisa mengunggah setidaknya satu sampai tiga lagu. Sesekali jika abang punya waktu luang kita akan telfon-telfonan. Ah iya abang itu tidak sekota ataupun sepulau denganku tapi dia ada di Pangkalanbun, Kalimantan Tengah.

Ketika di telfon, aku dan bang ikal akan saling bercerita dan bercanda tentang apa saja. Sesekali abang akan bernyanyi sambil memetik gitarnya dan aku juga bisa meminta lagu yang ingin aku dengarkan secara langsung ditelfon. Suara bang ikal itu seperti pengantar tidur buatku, karena setiap kali aku tidak bisa tidur dan ketika aku mendengar lagu-lagunya, kantuk segera menghampiri kemudian aku tertidur. Aku pernah sekali ketiduran saat sedang telfon dengan bang ikal dan dia sedikit gondok waktu aku tinggal tidur karena tidak pamit dulu sebelumnya :p

Sebenarnya ada cerita dibalik lagu Lovely Luna ini. Bang ikal pernah bercerita tentang lagu ini tapi aku lupa, jadi kali ini aku tidak akan bercerita. Tapi ada satu lagu ciptaan abang yang bisa membuat hatiku bergetar, lagu itu berjudul 'Ibu'. Dengarkanlah lagunya dan kalian akan mengerti maksudku. Buka saja soundcloud bang ikal, klik disini. Lagu yang baru saja bang ikal unggah sehari lalu yang dinyanyikan bersama temannya bernama Jul adalah lagu dengan musik dan lirik paling asyik yang pernah aku dengar.

Aku suka sekali dengan suara sengau bang ikal. Aku berharap banyak orang yang bisa mendengar suara khasnya itu. Dan aku berdoa suatu hari nanti bang ikal bukan lagi menjadi penyanyi amatiran, tetapi penyanyi profesional. Semoga saja Tuhan mengabulkan :)


Penggemar berat suara sengau Ikal Mojo,
Adel

30 Januari 2013

Surat Untuk Scorpion.

Hai, scorpion. Bagaimana kabarmu hari ini? Baik-baik saja bukan? Aku harap begitu karena sekarang aku tidak bisa lagi bertanya langsung padamu.

Scorpion, apa kamu tahu  bahwa bulan ini bulan ketujuh dimana kita saling mengenal satu sama lain? Aku yakin kamu tidak tahu, karena selama ini hanya aku yang selalu menghitung waktu sejak pertama kali kita bertemu. Sejak pertama kali aku melihatmu, aku tahu akan muncul perasaan yang berbeda. Yang sampai sekarang aku terus mencoba untuk menghapusnya.

Aku masih ingat ketika aku dan kamu duduk bersebelahan, kita bercerita dan bercanda tawa. Aku masih ingat ketika kamu berulangtahun dan aku bingung akan memberimu hadiah apa yang akhirnya aku memberimu kado yang bahkan aku sangat malu saat memberikannya padamu, sampai aku harus bersembunyi darimu. Ya, aku tidak berani untuk menatap matamu.

Aku juga masih ingat ketika pertama kali kamu mengirimkan sebuah voice note berisi nyanyianmu dengan petikan gitarmu. Aku masih ingat malam itu saat pertama kali kamu menyanyikan sebuah lagu didepanku. Aku masih ingat saat pertama kali melihat kamu dan bandmu tampil dipanggung, bahkan aku ingat bagaimana ekspresimu saat berjingkrakan dipanggung itu walaupun dari jauh.

Aku masih ingat malam-malam dimana kamu menemaniku, duduk bersama ditemani minum kopi hangat. Sampai sekarang aku masih ingat semua kenangan tentangmu selama tujuh bulan ini. Aku juga masih menyimpan foto kita berdua, menyimpan rekaman suaramu, menyimpan obrolan-obrolan kecil kita.

Tapi sekarang, aku akan mencoba untuk tidak mengingat tentang dirimu, scorpion. Karena aku tahu kamu tidak pernah sekalipun melihat perasaanku kepadamu. Karena aku tahu kamu telah memilih yang lain. Aku tahu dan ini adalah keputusanku untuk pelan-pelan menjauhimu, pelan-pelan melupakanmu. Aku tidak yakin sampai kapan tapi yang aku tahu, aku hanya butuh waktu untuk menyembuhkan hatiku. Walaupun terkadang aku masih sangat merindukanmu.

Scorpion, terimakasih untuk telah pernah mengisi hatiku. Semangat untuk rekaman album baru band kamu hari ini. Semoga sukses selalu mengikutimu.


Dengan rindu,
Adel

24 Januari 2013

Salam Matahari.

Selamat siang, matahari! Tumben hari ini kamu tidak bersembunyi dibalik awan mendung? Eits, bukan berarti aku menyuruhmu bersembunyi sekarang hehe.

Hari ini dengan kamu menyinari kotaku, setiap aku keluar dari kamarku yang dingin aku merasa hangat karena kamu bersinar sepanjang siang. Kamu memberi kehangatan yang sebuah selimutpun masih kalah denganmu. Tanpa kehadiranmu awan mendungpun akan bersuka cita mencipratkan air-air yang dia jatuhkan dari tubuhnya.

Tanpa kehadiranmu kotaku, negeriku, bahkan dunia ini akan menjadi gelap. Tidak ada cahaya yang menyilaukan. Tanpamu tumbuhan akan lemah karena mereka membutuhkanmu. Tanpamu hujan akan terus turun yang membuat beberapa bagian di dunia ini menjadi banjir. Tanpamu cucian ibu-ibu dan anak kos yang basah tidak akan cepat kering.

Terima kasih matahari sudah bersinar sepanjang siang dan memberi kehangatan kepada kami.


Salam matahari,
Adel

23 Januari 2013

Selamat Menua Lagi, @badutsemesta.

Selamat bertambah umur dan menuanya usia, Galang.

Semoga kamu selalu diberkati, diberi kesehatan, dan kesuksesan di jalan hidup yang sedang kamu tempuh. Semoga album rekaman band kamu lancar dari proses di dapurnya sampai nanti di sajikan ke telinga para pendengar. Semoga klub bola kesukaanmu, Juventus, menjadi juara lagi di tahun ini.

Galang, lekaslah selesaikan skripsi yang kamu tunda-tunda itu agar kamu segera lulus dan menjadi orang yang berguna bagi bangsa ini. Berat ya omonganku? Haha. Semoga kamu bisa menjadi jurnalis seperti yang kamu impikan.

Galang, segeralah move on supaya kamu bisa menemukan seseorang yang bisa menyayangimu, memperhatikanmu, mengajarkanmu apa artinya cinta yang sebenarnya itu. Supaya kamu tidak lagi terjebak di masa lalu dan mengulang lagi kesalahan yang sama. 

Galang, tidak terasa waktu berjalan dengan cepat. Tepat dihari ini satu tahun yang lalu. Ingatlah bahwa aku selalu ada jika kamu membutuhkanku. Sekali lagi, selamat ulang tahun. Aku sayang kamu.


Semesta memberkati,
Adel

21 Januari 2013

Papa di Surga, Apa Kabar?

Papa di Surga, apa kabar? Semoga papa ditempatkan oleh Tuhan di sisi terbaikNya.

Papa, sudah hampir 15 tahun papa pergi meninggalkan kami semua. Kami benar-benar kehilanganmu, pa. Tapi sampai hari ini kami berhasil mengatasi semuanya karena papa memperhatikan kami dari surga di atas sana. 

Papa, aku sangat rindu sekali. Sejak papa pergi, keluarga besar kita jarang sekali pergi piknik bersama. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Sejak papa pergi, tidak ada lagi yang menggendongku dipundak dan berjalan-jalan saat aku kecil. Malam itu saat papa dibaringkan di ruang tamu dan ketika aku mengintip dari celah dinding kamar, aku tidak mengerti kenapa papa tidur disitu sambil berselimut kain batik. Papa tidak bangun dari tidur papa dan semua orang menangis. Saat itu aku tidak menyadari bahwa papa sudah pergi untuk selamanya.

Sekarang istri papa, mama wari sudah menua. Keriput diwajahnya makin terlihat jelas, rambutnya sudah dipenuhi rambut putih, dan badan beliau mulai ringkih walau masih terlihat kuat. Anak pertama dan kedua papa, mas ari dan mbak rini, sudah berkeluarga. Tapi anak ketiga papa, mas heri, sepertinya belum berpikir untuk menuju ke pelaminan. Cucu papa seluruhnya ada lima, banyak kan pa? Sayang sekali papa tidak memiliki kesempatan untuk menimang cucu papa dan mereka juga tidak berkesempatan melihat eyang kakung mereka.

Papa, terkadang aku memimpikan papa masih ada disini, ditengah-tengah kami menghangatkan kebersamaan keluarga ini yang sudah mulai hilang. Ketika aku sedang melamun sendiri dan memikirkan tentang masa kecilku, aku teringat papa. Bagaimana papa menggendongku dipundak papa, bagaimana papa menyetir ketika kita sekeluarga pergi tamasya, dan berbagai kenangan selalu menyeruak ketika aku mengingat papa. Kenangan saat pergi memancing, saat bertamasya ke pegunungan, saat pergi ke pasar burung, dan saat papa terbujur kaku diruang tamu.

Papa, sekarang aku sudah besar. Aku sudah menjadi mahasiswa bukan lagi anak kecil berumur 5 tahun saat terakhir kali papa melihatku. Mungkin jika papa masih ada, papa akan selalu menasehatiku karena aku sekarang bandel sekali. Bahkan aku belum bisa membuat bangga papi, mami, ayah dan mama.

Papa, maafkan aku beberapa tahun belakangan aku belum sempat mengunjungimu. Tapi nanti aku akan menyempatkan waktuku untuk menjengukmu dan bercerita tentang semua yang terjadi dikeluarga besar kita. Aku tidak janji untuk tidak akan menangis ya, pa? Karena aku pasti akan menangis. Papa, doa akan selalu aku kirimkan untukmu. Semoga papa bahagia di surga di sisi Tuhan. Papa, aku menyayangimu.


Keponakan tersayangmu,
Adel

20 Januari 2013

Teruntuk Masa Laluku.

Terimakasih untuk mengajarkanku pelajaran-pelajaran yang mampu membuatku berdiri tegar hingga saat ini. Terimakasih untuk memberikan aku begitu banyak kenangan manis dan pahit yang akan bisa aku kenang sampai akhir hidupku nanti. Terimakasih atas perkenalan dengan berbagai macam orang yang membuatku mengerti apa artinya itu persahabatan, pertemanan, dan juga permusuhan. Terimakasih untuk mimpi-mimpi yang pernah aku impikan yang sekarang perlahan-lahan bisa aku gapai.

Sekarang aku bisa menyimpanmu dengan rapi di pojok pikiranku, tertutup dalam kotak yang sudah terkunci rapat. Aku akan menyimpanmu sebagai memori yang tidak akan pernah aku lupakan. Aku akan mengingatmu sebagai pijakan dimana aku berdiri hingga sekarang. Sekali lagi terimakasih, masa laluku.


Aku yang akan selalu mengenangmu,
Adel.

16 Januari 2013

Selamat Ulang Tahun, Mama.

Mama..
Selamat ulang tahun yang ke-45 ya. Semoga mama selalu diberi kebahagiaan, kesehatan dan umur yang panjang.

Mama..
Maaf jika aku belum bisa memberi mama sesuatu yang bisa membuat mama bangga dan bahagia. Maaf jika aku masih selalu merepotkan mama. Maaf jika aku belum menjadi anak yang baik untuk mama. Tapi aku yakin suatu hari nanti aku akan bisa membuat mama bangga akan aku, anakmu yang sudah mama kandung selama 9 bulan dan mama besarkan sampai detik ini umurku menginjak 19 tahun.

Mama.. 
Terima kasih mama selalu menyayangiku walaupun mama jarang memperlihatkannya kepadaku. Terima kasih mama untuk selalu mengingatkanku, menasehatiku, dan memarahiku jika aku melakukan hal yang tidak baik. Terima kasih mama selalu mengucapkan namaku disetiap doa-doa yang mama lafalkan di pagi, siang, sore, dan malam hari. Mungkin beribu-ribu terima kasih yang aku ucapkan tidak akan pernah cukup untuk membalas semua yang mama lakukan padaku. Tapi suatu hari nanti aku akan sanggup membalas semua yang telah mama lakukan untukku. Aku janji, Ma.

Mama..
Cepat sembuh ya, aku tidak ingin melihat mama kesakitan ketika mama terlalu lelah setelah melakukan aktivitas mama. 

Mama..
Aku mencintaimu lebih dari apapun.

Mama..
You're my everything in this world.


Anakmu yang selalu menyayangimu,
Adel

15 Januari 2013

Teruntuk Tomat Merah.

Selamat siang, tomat. Bagaimana kabarmu di siang yang mendung ini? Semoga kamu sedang ditemani secangkir teh atau kopi yang hangat.

Tomat, ijinkanlah aku untuk memperkenalkan diriku. Panggil saja aku Adel. Aku pertama tahu tentangmu dari temanku yang mengakatan "Kamu follow @hurufkecil saja, kata-kata di tweetnya bagus-bagus," dan sejak saat itu aku mengikuti tweetmu dan karya tulisanmu di website milikmu. Setahun lalu ketika aku pertama kali mengikuti proyek #30HariMenulisSuratCinta ini, aku tidak menyangka bahwa kamu akan jadi tukang posku selama sebulan. senang sekali rasanya secara tidak langsung kita saling berinteraksi.

Tomat, aku tidak begitu mengenalmu bahkan mungkin aku tidak terlalu tahu tentangmu. Aku hanya tahu bahwa setiap tulisanmu mampu menginspirasiku untuk menulis. Aku mungkin tidak terlalu pintar untuk merangkai kata-kata menjadi sebuah kalimat yang indah sepertimu, tapi aku selalu belajar dari karya-karya tulisanmu agar kelak aku bisa pandai sepertimu.

Tomat, jujur saja aku belum membaca buku-buku karyamu. Karena aku terlalu disibukkan dengan kegiatan-kegiatanku sehari-harinya. Mungkin nanti aku akan menyempatkan diri untuk membacanya. Semoga saja bisa.

Tomat, terima kasih telah menjadi inspirasiku untuk menulis dan juga terima kasih untuk menyisihkan waktumu untuk membaca suratku ini.

Hei, tomat. Bisakah kita berteman? :)


Yang terinspirasi olehmu, 
Adel

14 Januari 2013

Aku Tidak Tahu.

Hei, kamu. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku berharap kamu selalu bahagia dan baik-baik saja..

Hei, kamu. Apakah kamu tahu bahwa hingga detik ini aku masih menyayangimu? Bahwa aku masih belum bisa melupakanmu. Bahwa aku masih saja mengingat saat-saat aku bersama denganmu, tertawa bersamamu. Ah, mungkin kamu tidak akan pernah tahu atau memang aku yang sedang berpura-pura kamu tidak tahu.

Bahkan terkadang aku sengaja memutar rekaman-rekaman suaramu agar aku tidak lupa akan suaramu, melihat fotomu agar aku tidak lupa akan wajahmu sampai-sampai aku memimpikanmu akhir-akhir ini. Membuatku takut untuk selalu mencoba mengingatmu, tapi aku lebih takut untuk menjauh darimu.

Kamu mungkin tidak akan pernah tahu bagaimana susahnya untuk menghapus perasaan ini, bagaimana sakitnya menahan semua keinginanku untuk memilikimu. Aku tahu aku tidak pernah menjadi pilihanmu. Bahkan aku tahu dari awal kita berkenalan, kamu tidak pernah melihatku.

Lidahku kelu ketika aku mengucapkan namamu, telingaku menjadi sangat sensitif ketika mendengar namamu disebut, dan mataku akan mencari-cari sosokmu ketika sosokmu berkelebat disekitarku. Karenamu semua panca indraku menjadi lebih peka.

Aku tidak tahu sampai kapan perasaanku ini akan terus tertuju padamu. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan bertahan untuk menyayangimu. Aku tidak tahu sampai kapan aku akan terus mengingatmu. Yang aku tahu sekarang adalah aku tulus menyayangimu tanpa kamu harus membalas perasaanku. Jika kamu bahagia, aku juga akan bahagia untukmu. Sesederhana itu.

Dan disetiap doa yang aku lafalkan selalu terucap namamu. Dimanapun kamu berada semoga kamu selalu bahagia. Aku akan selalu ada jika kamu membutuhkanku dan kamu tahu bagaimana cara menemukanku.


Dengan tulus,
Adel

09 Februari 2012

I'm at this point (again).

"You've got to get yourself together. You've got stuck in a moment. And now you can't get out of it." - U2 'Stuck In A Moment'

Petikan lagu stuck in a moment dari U2 di atas benar-benar cocok dengan apa yang sekarang sedang aku alami. Ya, sekarang aku stuck kembali, berhenti ditempat dan tidak bisa maju bahkan mundur. Sudah berapa kali aku mengulang kejadian ini? Mungkin sudah tidak terhitung lagi setelah hari dimana dia memutuskan hubungan kami. Aku benar-benar benci diriku yang seperti ini, tidak bisa berpikir jernih, kacau, sering melamun dan tiba-tiba menangis tanpa sebab. Sungguh, aku tidak ingin kembali ke titik terendah dalam hidupku dimana aku terlalu banyak berharap pada harapan yang kosong.

Kemarin aku mimpi buruk tentangmu, dan aku benar-benar takut terjadi sesuatu kepadamu. Melalui sahabatku Putri, dia menceritakan mimpiku kepadamu dan Putri menceritakan responmu yang menyebutku 'Mantan Tersayang'. Apa maksudnya? Apa artinya? Tapi aku tidak tahu jawabannya, bahkan kamu tidak menjelaskan artinya pada Putri. Semalam, aku mengumpulkan keberanian penuh untuk menyapamu di Blackberry Messenger dengan dorongan semangat dari seseorang yang selalu menyemangatiku dan membuatku tersipu malu. Dan alhamdulillah kamu merespon dengan baik walaupun bermenit-menit sampai berpuluh menit menunggu balasan darimu. Sudah cukup bagiku hanya mengetahui bahwa kamu baik-baik saja walaupun sebenarnya aku memang tau pasti bahwa kamu baik-baik saja. Aku benar-benar bersyukur kamu baik dan sehat, aku juga selalu mendoakanmu disetiap doa yang aku panjatkan kepada-Nya.

Tadi siang, kenangan tentangmu kembali menyerang diriku. Saat pertama kali kita berkenalan, saat pertama kali kita bertemu, saat pertama kali kamu memegang dan menggenggam tanganku, saat pertama kali kamu memeluk tubuh kecilku, saat pertama kali kamu mengecup kening dan pipiku, dan saat pertama kali kamu mengatakan sayang dan menjadikan aku kekasihmu. Terlihat indah kenangan itu. Teringat kembali di memoriku saat pertama kali kita jalan berdua, malam itu kamu menjemputku dengan kereta baja hitammu, kamu mengajakku untuk menonton film dan aku memilih film Breaking Dawn untuk kita tonton. Saat perjalanan pulang kita dimobil, masih aku ingat kata-kata yang kamu ucapkan. Kamu bilang, "Setelah 6 bulan ga pacaran, baru kali ini aku bisa sayang sama cewek." Jujur aku sempat tidak percaya denga apa yang kamu ucapkan. Kamu juga bilang, "Jangan tinggalin aku ya, karena ga cuma cewek yang ga suka ditinggal, cowok juga ga suka." Tapi akhirnya? Kamu juga yang pertama kali memilih untuk ninggalin aku. Aku tidak menyalahkan keputusanmu, aku hanya kecewa dengan keputusan yang kamu ambil dan ya aku menyesal dengan keputusan yang kamu ambil.

Beberapa waktu lalu aku juga tidak sengaja membuka fitur view chat history dikontak milik Danang, aku mengarahkan trackballku ke tanggal 25 Desember 2011. Percakapan kecil kita saat malam natal, waktu itu kamu sedang berada di Pekalongan bersama Danang. Kamu bercerita tentang masa lalumu, kamu memintaku untuk tidak menceritakannya ke siapa-siapa, dan saat itu kamu bisa sedikit romantis kepadaku. Kamu bilang, "Akhirnya Tuhan ngasih jalan aku punya temen-temen dan cewek sebaik kamu,” kamu juga bilang, "Del, aku sayang kamu. Inget dan simpen omongan aku itu ya,” dan sampai sekarang masih aku ingat dan aku simpan rapi dalam kotak kecil dipojok pikiranku. Ah, mataku mulai berair ketika mengingat semua kenangan itu. Satu kalimat yang kamu katakan terakhir kali yang masih membekas dibenakku, "Kita semacam teori fisika yg sekali gabisa konkrit ya ngga. Udah lah del kita tuh semu, semu banget." Benar-benar menusuk, sakit.

Sekarang yang harus aku lakukan adalah berusaha untuk berpikir jenih, fokus untuk maju dan berusaha melupakanmu (lagi), berusaha untuk menjaga jarak darimu (lagi), berusaha membuang semua kenangan yang muncul dipikiranku (lagi), berusaha menghapus semua perasaanku yang tersisa untukmu (lagi), dan semoga ini yang terakhir kali. Aku harus berjanji pada diriku sendiri agar tidak memikirkan dan mengingatmu. Karena tanpa kamu aku harus bisa untuk bertahan melalui semua yang ada dihadapanku. Maafkan aku jika kamu merasa terganggu dan terbebani dengan kehadiranku. Terimakasih telah hadir dalam hidupku, Andre.


Dengan tulus,
Adel
-->

08 Februari 2012

Letter to You, Andre.

Hai, Andre. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu baik dan sehat ya. Aku selalu mendoakan untuk kesehatanmu dan kebahagiaanmu.

Andre, semalam aku memimpikanmu lagi. Bukan mimpi yang baik, tetapi mimpi yang benar-benar buruk. Aku memimpikanmu meninggal andre. Dan ketika aku terbangun dan tersadar dari tidurku, aku tak kuasa untuk menahan air yang mengalir dari sudut mataku dan aku mengerang, menahan diri agar tidak menjerit-jerit. Maafkan aku andre karena tidak sengaja memimpikanmu dengan hal yang buruk. Tapi aku berharap mimpiku itu tidak memiliki makna atau arti yang buruk. Karena kata orang kalau kita memimpikan hal buruk, di dunia nyata itu akan jadi kebalikannya.

Andre, beberapa hari ini aku tidak sengaja memikirkanmu. Entah kenapa aku bisa memikirkanmu lagi, entah itu perasaanku yang masih menyayangimu atau perasaan rinduku yang sesaat padamu. Mungkin aku merasa menyesal, penyesalan itu selalu ada di akhir bukan? Padahal kamu sudah bilang padaku bahwa jangan sampai aku menyesal telah membuatmu mengambil keputusan untuk memutuskanku. Maaf andre, aku benar-benar menyesal belum bisa membuatmu bahagia ketika aku masih menjadi kekasihmu. Maaf jika aku tidak selalu membuatmu menjadi prioritas pertamaku. Maaf selalu membuatmu marah dengan sifat dan sikapku. Mungkin aku terlalu egois dan selalu ingin dimengerti kemauannya. Mungkin aku bukanlah wanita yang tepat untukmu atau.. Ah sudahlah jangan hiraukan kata-kataku..

Andre, aku masih ingat pertama kali aku bertemu denganmu. Kamu yang tiggi menjulang dengan rambut gondrongmu, kemeja kotak-kotak merah hitam, celana jeans yang berlubang dilutut, sandal jepit, dan senyummu.  Siang hari menuju sore hari di corner depan indomaret pleburan, dan aku bersama sahabatku. Kita sangat canggung waktu itu, aku bingung ingin berbincang apa denganmu, dan aku sibuk sendiri dengan ponselku.

Andre, di Jakarta apakah kamu baik-baik saja? Beberapa hari ini aku melihat display name BBM kamu dengan emoticon sakit. Apakah kamu sakit? Aku tidak berani bertanya padamu andre, karena aku takut dengan responmu dan akhirnya kita menjadi canggung. Jaga dirimu baik-baik disana andre, jaga kesehatanmu, aku tidak mau kamu sakit. Andre, don't too much to drink beer and smoke weed. Karena dulu kamu pernah bilang padaku kamu tidak ingin mengulang kejadian yang lalu.

Andre, (mungkin) ini surat terakhirku yang aku tuliskan untukmu. Aku hanya ingin menuliskan apa yang ada dibenakku dan tidak bermaksud untuk mengganggumu. Andre, jika kamu pulang ke Semarang dan kita tidak sengaja bertemu, aku ingin bisa berbincang denganmu, melihat senyummu, mendengar tawamu, dan.. Ah sudahlah, bisa bertemu denganmu saja sudah cukup untukku. Andre, terimakasih.. 


Dengan tulus,
Adel

06 Februari 2012

A Writer's Block

"There is no rule on how to write. Sometimes it comes easily and perfectly, sometimes it's like drilling rock and then blasting it out with charges." - Ernest Hemingway

Aku sedang berada pada fase kehabisan ide untuk menulis dan merangkai kata-kata, bahkan aku kehabisan inspirasi untuk siapa aku menulis. Bisa dibilang aku sedang frustasi atau banyak pikiran sehingga satu kalimatpun tidak muncul untuk ditulis. Mungkin juga ini adalah efek dari keputusasaanku memikirkan seseorang yang tidak memikirkanku. Atau juga bisa aku sedang kelelahan secara mental.

Menulis bagiku itu sangat penting, karena dengan hanya menulis aku bisa menyampaikan perasaan dan isi hati yang susah untuk aku utarakan secara lisan. Dan ketika aku terkena virus writer's block ini, aku benar-benar tidak terpikirkan kalimat maupun kata-kata untuk ditulis. Rasanya seperti ingin menulis tapi tidak satupun kalimat yang tertulis, rasanya seperti tidak bisa melakukan apa-apa, seperti terkena serangan stroke lalu lumpuh.

Bukan hanya aku yang mengalami writer's block, bahkan para penulis terkenalpun mungkin juga pernah mengalaminya. Aku tahu kalau virus ini hanya sementara, tergantung bagaimana aku mencari cara untuk melewati fase ini. Mungkin aku harus istirahat sejenak dan tidak berpikir terlalu berat, bahkan untuk memikirkan seseorang yang tidak memikirkanki dan mengacuhkanku. Atau mungkin aku harus mencari dan menggali inspirasi baru yang lebih ringan. Beberapa waktu lalu banyak orang yang bisa menginspirasiku. Bukan cuma orang saja, bahkan hujan, secangkir cokelat hangat, dan alunan musikpun bisa membantuku untuk menemukan rangkaian kata-kata menjadi kalimat dan paragraf. Ketika aku sedang terserang virus writer's block ini mungkin kata-kata yang aku tulis tidak sesuai dengan yang biasanya aku tulis, mungkin kalimatnya juga terlihat ancur dan acak-acakan. Tapi setelah melewati fase ini aku akan bisa kembali menulis seperti biasa dan mungkin akan menyunting tulisan-tulisan sebelumnya yang terlihat monoton.

Ataukah ada yang bersedia menjadi inspirasiku untuk menulis dan membuatku melewati fase writer's block ini? Aku sangat berterimakasih jika ada yang bersedia :)


Dalam keputusasaan,
Adel

05 Februari 2012

Kamu pilih yang mana?

Hei, kamu. Lagi-lagi aku menulis surat ini buat kamu. Ah tapi jangan berpikir yang bukan-bukan ya, karena aku hanya ingin menyampaikan apa yang ada dipikiran dan hatiku melalui tulisan ini.


Kamu mungkin tahu kan bagaimana perasaanku? Aku yakin kamu pasti tahu. Tapi sungguh aku meminta maaf kepadamu jika kamu merasa terbebani. Maaf ya? Mau kan maafin aku? :')
Emm mungkin ini terdengar seperti labil ya, baru kemarin-kemarin aku bilang bahwa aku mau lupain kamu, mau jauhin kamu, dan bla bla bla. Tapi ternyata hari ini aku jadi galau lagi gara-gara kamu. Argh aku juga ga ngerti kenapa bisa aku berubah-ubah pikiran. Tapi aku ga plin-plan kok beneran deh kalau aku udah mantep pasti ya aku bakal lakuin yang aku mantepin itu.

Ah seandainya aku punya keberanian ngomong sama kamu, responmu bakal gimana ya? Aku sudah terlanjur takut duluan, takut kamu merespon negatif, takut kamu jadi risih sama aku, takut kamu malah menjauh, cuma takut yang aku rasain. Masa aku menyerah gitu aja karena takut padahal belum terjun ke medan perang percintaan.  Seandainya ah seandainya..


Kamu tau ga? Kamu yang bisa bikin aku move on dari mantan aku yang ninggalin aku. Tapi aku sadar sih kamu cuma sekedar bantu aku bangun dari jatuhku aja dengan kasih semangat aku, kasih perhatian ke aku, peduli sama aku. Bagi aku, kamu itu bukan pelarian atau pelampiasan. Aku suka kamu karena aku terbiasa sama apa yang kamu lakuin buat aku. Tapi aku gamau minta lebih, karena aku tahu diri.

Boleh jujur kan? Sebenernya aku pengen banget tahu gimana respon kamu kalau tahu aku suka kamu. Tapi ya karena aku ga berani ngomong dan ga berani tanya ya aku cuma bisa diem dan penasaran. Terus kalau seandainya kamu baca surat-surat diblog aku yang aku tunjukin ke kamu ya aku pengen tahu juga tanggepan kamu dan pasti kamu juga sadar kan gimana perasaanku ke kamu tanpa aku bilang? Emm terus kalau seandainya kamu merasa terbebani sama merasa terganggu kamu seharusnya bilang sama aku biar aku tahu, jadi aku bisa berhenti.

Aku boleh tanya? Kamu mau pilih yang mana antara kamu pengen aku maju mendekat ke kamu memperjuangkan perasaanku ke kamu atau kamu pengen aku mundur perlahan dari kamu melupakan perasaanku ke kamu dan menghilang? 

Mungkin itu pertanyaan bodoh ya, kenapa juga aku ada pikiran kayak gitu? Emm walaupun kamu ga jawab pun aku bakal ngebiarin perasaanku ini tumbuh terus menghilang sendirinya. Aku akan mencintaimu dengan caraku. Aku akan mencintaimu diam-diam. Aku juga ga pengen terlalu berharap. Aku gamau maksa kamu buat suka sama aku hehe karena cinta itu gabisa dipaksakan. Dan kayaknya aku itu invisible dimata kamu. Pokoknya kamu ga akan mikirin aku walaupun aku mikirin kamu hehe :')

Hei, kamu. Kalau kata abang-abang Sheila On 7, aku itu Pemuja Rahasia. 


Dalam kegalauan,
Adel

Ps: Maaf bahasanya kacau karena terlalu mikirin kamu pakai backsong Pemuja Rahasia :p

04 Februari 2012

It's not anonymous letter, It's ordinary love letter.

Dear you, how have you been? I hope you're doing fine and healthy.

Dear you, this time i'm not writing an anonymous letter for you. Don't ask me why because i don't know the reason why i didn't write an anonymous letter for you like i did two weeks ago. I'm sorry if i bother you all this time with all my frontal words although not directly i said to you. 

Dear you, do you remember telling me that you miss my smile? And when i met you last week i gave you my smile that you want to seeI'm glad when i saw your smile smiled me back. Thanks to you for came forward to the front of the stage and accompanied me watching the performance of efek rumah kaca. That day was really a great day, i can see you and be with you for a while.

Dear you, somehow i really miss you.  I miss morning and night greeting from you. I miss the spirit that always you give to me. I miss all the short messages you sent to me that makes me smile and blush when i read it. Where are you now? Where is the promise that you will try to help me when i fall? I know it's just mere words and not to be true. Did you know? I fell in love with you. I have no reason how i could fall in love with you. I've been trying to prevent these feelings, but heart can never lie. 

Dear you, i never hope you'll fell in love with me and i never hope you'll have the same feelings that i have for you. But i'm afraid to hope, i was too afraid to fall again even though i always thought if you have the same feelings for me. What i will do now is to let these feelings grow and then disappear by itselfI'm just going to say this to you"don't fall in love with me". Because i don't know what i will do if you fall in love with me.


Dear you, if you were aware of my feelingsplease don't change your attitude that you showed me all these time. pretend that you didn't know about it. I realized that i have no right for loving you, but i want to love you with my own way. Loving you secretly.



Dear you, i smurf you.


Sincerely,
Your Ribs

Ps: Dear you, who have a name with the first letter of eighteen.

02 Februari 2012

Teruntuk Ayah di Pekan Baru, Riau.

-->

Ayah, bagaimana kabarmu di sana? Semoga ayah selalu baik-baik saja dan sehat wal'afiat ya ayah. Seminggu sudah ayah menjalankan tugas dari kantor di Pekan Baru, Riau. Dan entah sampai kapan proyek ayah disana selesai pengerjaannya. 


Ayah, rasanya berbeda sekali dirumah jika tidak ada ayah. Rasanya sepi. Tidak ada suara tegas ayah yang membangunkanku ketika matahari mulai muncul dari persembunyiannya, tidak ada yang mengingatkan dan memburu-buru aku untuk menyisihkan waktu bersujud kepada Allah, tidak ada yang menyindir-nyindir aku yang terlalu sering pergi tanpa memperhatikan waktu, tidak ada yang berisik menanyaiku siapa pacarku dan siapa yang sedang dekat denganku, tidak ada yang menungguku di teras rumah ketika aku pulang malam terlalu larut. 

Seandainya aku bukanlah anak yang pemalu, aku pasti sudah mengucapkan kata rindu kepadamu ayah. Aku akan sering untuk menelfonmu hanya untuk menanyakan bagaimana kabarmu, apakah ayah sudah makan atau belum dan sebagainya. Aku akan lebih sering untuk mengirim pesan singkat disela-sela kesibukanmu disana ayah. Tapi aku tidak melakukannya, aku malu untuk mengungkapkan semua yang ingin aku katakan pada ayah. 

Ayah, lekaslah selesaikan pekerjaanmu disana, lekaslah pulang. Mama dan aku sangat merindukanmu di rumah. Rumah tidak lengkap tanpa kehadiranmu ayah. :')


Anak gadismu,
Adel

01 Februari 2012

Ternyata Bukan Kamu Orangnya.

Hei, kamu yang biasanya menyapaku dengan sapaan selamat pagi dan selamat malam. Kamu yang biasanya menyemangati hariku dengan semangat hangat darimu. Kamu yang selalu bilang akan mencoba untuk membantuku bangun dari jatuhku. Ternyata, bukan kamu orang yang bisa mengganti posisinya dihatiku. Bukan kamu yang mengisi kekosonganku. Bukan kamu orangnya.

Ah, seharusnya dari awal aku tidak mengenalmu lebih dekat. Seharusnya dari awal aku pura-pura untuk tidak mengetahuimu. Seharusnya aku tidak terlalu mudah untuk percaya denganmu. Seharusnya aku tidak dengan mudah tertarik kepadamu. Seharusnya aku tidak dengan mudah merespon setiap kata-kata yang kamu sampaikan padaku. Seharusnya.. Ah, sudahlah terlalu banyak seharusnya yang kini sudah terjadi dan berlalu begitu saja.

Ah, kenapa aku harus dengan mudah percaya dan merespon setiap kata yang kamu lontarkan padaku? Seharusnya aku lebih bisa mengendalikannya. Sungguh. Apakah kamu tau? Kamu sudah mengambil separuh dari hatiku. Separuh hatiku sudah jatuh dengan hanya kata-katamu yang kini aku tau itu hanyalah kata-kata dan tidak untuk jadi nyata. Aku telah terbius dengan semua kata-katamu, rangkaian aksara yang membuatku tidak berkutik lagi setiap membacanya, membuatku selalu tersipu malu dan merubah rona pipiku menjadi kemerah mudaan.

Seandainya kamu tahu bagaimana perasaanku, apakah kamu juga memiliki perasaan yang sama padaku? Bahkan jika kamu sudah tahupun, kamu belum tentu memiliki perasaan yang sama, kamu juga belum tentu bisa membalas perasaanku bukan? Ah, sudahlah aku tidak berharap kamu memiliki perasaan yang sama padaku, bahkan aku tidak berharap kamu membalas perasaanku, karena aku takut untuk hanya berharap bisa berada disisimu. Biarlah hanya aku yang memilikinya sampai perasaan ini hilang dengan sendirinya. Lagian, aku dan kamu hidup di dunia yang berbeda. I'm just a geeky girl and you are a famous guy.

Terkadang aku bertanya kepada Tuhan, mengapa kita harus dipertemukan dan didekatkan tetapi tidak bisa untuk dijodohkan? Kenapa harus berakhir dengan salah satunya harus menjauh dan menjaga jarak. Kenapa harus seperti itu? Entahlah, aku juga tidak tahu. Yang harus aku lakukan sekarang adalah menjaga jarak darimu, berusaha melupakan kebaikanmu padaku, berusaha membuang dan menghapus perasaanku padamu sebelum aku semakin terjerumus ke dalam lubang yang sama yang membuatku jatuh berkali-kali. Aku harus berusaha lagi memulainya dari nol. Tapi aku tetap bersyukur pernah mengenalmu, pernah menjadi semangatmu, pernah untuk kamu semangati, pernah kamu sapa setiap pagi dan malam, pernah untuk kamu beri perhatian dan kepedulianmu. Terimakasih untuk pernah hadir dan menghampiri hidupku walaupun hanya  untuk sebentar. Mungkin seperti petikan lagu Memilihmu dari Adhitia Sofyan, "Aku tak pernah jadi pilihan terbaik. Mungkin aku sebaiknya bangun dari tidurku. Dan bawa pergi mimpiku berlalu". Aku harus bangun dari mimpiku dan menghadapi kenyataan yang terbentang dihadapanku. 


Hei, kamu dimanapun kamu berada. Aku tetap akan selalu mendoakanmu untuk kesehatanmu, kebaikanmu, dan kesuksesanmu. Jangan lupa makan, jangan lupa solat, nanti kamu mati. :')


I smurf you,
Adel

Ps: Ini hanya untaian kata-kata, jadi jangan kamu hiraukan. Abaikanlah.

31 Januari 2012

Untuk Kamu Cinta Masa Kecilku

Hei, kamu cinta masa kecilku. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku sangat yakin sekali bahwa kamu sangat baik sekarang ini. Karena beberapa hari yang lalu aku sempat bertemu dan berbincang denganmu.

Apakah kamu masih ingat sewaktu kita pertama kali bertemu? Aku masih ingat dengan jelas sekali. Kita bersekolah di TK dan berada dikelas yang sama. Kamu anak paling nakal saat itu. Bahkan mungkin sampai sekarang kamu semakin nakal. Kamu suka sekali untuk menjahili teman-teman waktu itu, termasuk juga aku. Kamu selalu menyuruhku untuk menuruti apa yang kamu katakan. Kamu benar-benar seperti diktator waktu itu. Sungguh. Tapi aku senang selalu bisa berada disisimu, hanya untuk menemanimu yang dijauhi teman-teman karena kenakalanmu.

Ah, aku tidak tahu ini bisa disebut cinta monyet atau bukan. Tapi aku merasa tertarik denganmu saat kita bertemu kembali di SMP yang sama setelah 6 tahun kita tidak berjumpa karena kita bersekolah di SD yang berbeda. Kamu telah berubah banyak diwaktu itu, tapi sifatmu tidak berubah sama sekali, malah semakin menjadi. Aku jadi teringat betapa bodohnya aku di tahun terakhir kita sekolah, saat kita melakukan pesta kelulusan kita aku menyatakan perasaanku padamu. Menyatakan bahwa aku menyukaimu, tapi aku tidak berniat untuk menjadi pacarmu. Hanya saja responmu sungguh mengejutkanku sehingga membuatku tidak ingin lagi memiliki perasaan untukmu, bahkan aku berkeinginan untuk tidak bertemu lagi denganmu. Sayangnya keinginanku tidak terkabul, kita bersekolah di SMA yang sama. Sungguh, bertemu denganmu lagi membuatku jiwaku tertekan. Setiap bertemu denganmu dikoridor sekolah pasti kamu meledekku dan menjahiliku. Ah, rasanya waktu itu aku ingin sekali pindah sekolah karena aku malas untuk bertemu denganmu setiap hari selama 3 tahun lamanya. 

Tapi kemudian semua berubah setelah kamu menjadi lebih baik, lebih ramah, dan lebih lembut kepadaku. Yah walaupun tidak terlepas dari sifatmu yang keras dan seenaknya sendiri. Di tahun terakhir kita di SMA, kamu benar-benar merubah sikapmu ke aku, entah aku tidak tahu kenapa kamu bisa berubah seperti itu tapi aku senang kamu bisa baik denganku. Kamu tau? Perasaan sukaku sempat muncul kembali saat itu jika aku tidak teringat aku masih punya kekasih. 

Aku bersyukur hingga sekarang kita masih berkomunikasi dengan baik, kita masih bisa saling sharing hal-hal yang kita sukai, dan aku sangat bersyukur hingga sekarang kamu menganggapku sahabatmu, teman masa kecilmu. Maaf jika terkadang aku masih belum ada untukmu dan aku selalu menolak untuk menemanimu. Aku ingin menjaga perasaan kekasihmu saat ini. Aku menyayangimu sebagai sahabatku sekarang. Jangan nakal lagi ya. :)



Teman masa kecilmu,
Adel

30 Januari 2012

Selamat Berkepala Dua, Danang.

Selamat ulang tahun, @nyak_nyiiih_man aka Danang aka Onyed !!! :)
-->

Semoga kamu selalu diberi kesehatan, kesabaran, kesuksesan, kebaikan, makin dewasa, makin berbakti sama orang tua, makin rajin juga kuliahnya, makin ganteng juga biar pada naksir sama kamu, makin keci juga karena punya kumis tebel, dan yang jelas jangan makin nyak nyiiih yee :p

Onyed, di umurmu yang sekarang berkepala dua ini, aku doain kamu semoga bisa Move On. Semoga kamu bisa menemukan tambatan hatimu yang terakhir, wanita yang akan setia di sisimu, yang tidak meninggalkanmu, yang bisa membahagiakanmu, yang bisa mengisi kekosongan hatimu, dan juga bisa menjadi bagian dari seluruh hidupmu. Amin.

Onyed, jadilah contoh yang baik buat adek-adekmu. Jangan keseringan giting, gitingnya dikurangin. Jangan ajari Alvino Yusuf Hukama yang macem-macem kalau sudah besar nanti. Semoga Vino tidak sepertimu jika dewasa kelak :')

Sebagai temen yang aku sayangi dan aku kasihi, aku pengen lihat kamu bahagia, nyed. Maaf ya kalau selama ini aku menjadi teman yang paling bawel, tapi itu juga untuk kebaikanmu. Sekali lagi, Happy Birthday to you! :)


Teman terbawelmu,
Adel

29 Januari 2012

Untuk Kompas MuDA Semarang.

Wohoooo! Acara kita sukses @kompasmuda_smg!! :')
-->

Terimakasih banyak atas kerja keras kalian para Kompas MuDA Semarang batch 4: Songgo Bumi, tanpa kalian acara juga tidak akan sukses dan berjalan dengan lancar. Terimakasih telah mengajak batch-batch sebelumnya untuk ikut berperan serta dalam membantu pelaksanaan acara. Walaupun mungkin banyak kekurangan disana-sini tapi sudah cukup membuat acara menjadi meriah seperti tadi malam.

Walaupun sempat di hari pertama acara kurang sukses dan kekurangan audience di spot, tapi kita tidak menyerah dan tetap berpikir positif. Hasilnya malah melewati yang kita perkirakan, workshop fotografi sampai full of quota dan live performance ramai dengan pengunjung.

Disini juga aku berterimakasih karena aku dipercaya untuk membantu kalian semua, merasa dihandalkan itu sangat berarti untukku. Terimakasih untuk telah mengajakku ikut dalam bagian kalian di tahun ini. Maaf juga kalau aku ada kesalahan yang sengaja maupun tidak, yang kemarin agak panik karena band-band yang belum siap bahkan ada yang belum datang ke spot acara, yang bingung sendiri sampai harus lari kesana-sini. Walaupun sangat lelah, super capek kalau bisa dibilang, tapi kerja keras kita terbayar dengan suksesnya acara kita kemaren.

Terimakasih juga yang telah ikut memeriahkan acara Kompas MuDA 5th Anniversary: INVESTO di Polines kemarin lusa dan kemarin malam. Terimakasih untuk @ObinRobin dan @KevinM0han yang telah memimpin jalannya acara. Terimakasih juga untuk band-band pendukung yang mengisi acara. Terimakasih untuk para opening guest star @okkaraokeband dan adam suraja. Terimakasih juga untuk guest star Rini Idol dan @efekrumahkaca yang telah memeriahkan puncak acara kami. Dan yang terakhir terimakasih untuk @kompasmuda_smg batch 4 dan para batch-batch sebelumnya.

Semoga di tahun depan, kita bisa membuat acara yang lebih meriah dan lebih sukses dari tahun ini. Dan kita bisa selalu solid, kompak sampai kapanpun. Aku cinta kalian dan Kompas MuDA. We are great team, dudes!! :)


Dengan bangga,
Adol