31 Januari 2012

Untuk Kamu Cinta Masa Kecilku

Hei, kamu cinta masa kecilku. Bagaimana kabarmu hari ini? Aku sangat yakin sekali bahwa kamu sangat baik sekarang ini. Karena beberapa hari yang lalu aku sempat bertemu dan berbincang denganmu.

Apakah kamu masih ingat sewaktu kita pertama kali bertemu? Aku masih ingat dengan jelas sekali. Kita bersekolah di TK dan berada dikelas yang sama. Kamu anak paling nakal saat itu. Bahkan mungkin sampai sekarang kamu semakin nakal. Kamu suka sekali untuk menjahili teman-teman waktu itu, termasuk juga aku. Kamu selalu menyuruhku untuk menuruti apa yang kamu katakan. Kamu benar-benar seperti diktator waktu itu. Sungguh. Tapi aku senang selalu bisa berada disisimu, hanya untuk menemanimu yang dijauhi teman-teman karena kenakalanmu.

Ah, aku tidak tahu ini bisa disebut cinta monyet atau bukan. Tapi aku merasa tertarik denganmu saat kita bertemu kembali di SMP yang sama setelah 6 tahun kita tidak berjumpa karena kita bersekolah di SD yang berbeda. Kamu telah berubah banyak diwaktu itu, tapi sifatmu tidak berubah sama sekali, malah semakin menjadi. Aku jadi teringat betapa bodohnya aku di tahun terakhir kita sekolah, saat kita melakukan pesta kelulusan kita aku menyatakan perasaanku padamu. Menyatakan bahwa aku menyukaimu, tapi aku tidak berniat untuk menjadi pacarmu. Hanya saja responmu sungguh mengejutkanku sehingga membuatku tidak ingin lagi memiliki perasaan untukmu, bahkan aku berkeinginan untuk tidak bertemu lagi denganmu. Sayangnya keinginanku tidak terkabul, kita bersekolah di SMA yang sama. Sungguh, bertemu denganmu lagi membuatku jiwaku tertekan. Setiap bertemu denganmu dikoridor sekolah pasti kamu meledekku dan menjahiliku. Ah, rasanya waktu itu aku ingin sekali pindah sekolah karena aku malas untuk bertemu denganmu setiap hari selama 3 tahun lamanya. 

Tapi kemudian semua berubah setelah kamu menjadi lebih baik, lebih ramah, dan lebih lembut kepadaku. Yah walaupun tidak terlepas dari sifatmu yang keras dan seenaknya sendiri. Di tahun terakhir kita di SMA, kamu benar-benar merubah sikapmu ke aku, entah aku tidak tahu kenapa kamu bisa berubah seperti itu tapi aku senang kamu bisa baik denganku. Kamu tau? Perasaan sukaku sempat muncul kembali saat itu jika aku tidak teringat aku masih punya kekasih. 

Aku bersyukur hingga sekarang kita masih berkomunikasi dengan baik, kita masih bisa saling sharing hal-hal yang kita sukai, dan aku sangat bersyukur hingga sekarang kamu menganggapku sahabatmu, teman masa kecilmu. Maaf jika terkadang aku masih belum ada untukmu dan aku selalu menolak untuk menemanimu. Aku ingin menjaga perasaan kekasihmu saat ini. Aku menyayangimu sebagai sahabatku sekarang. Jangan nakal lagi ya. :)



Teman masa kecilmu,
Adel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar