08 Februari 2012

Letter to You, Andre.

Hai, Andre. Bagaimana kabarmu hari ini? Semoga selalu baik dan sehat ya. Aku selalu mendoakan untuk kesehatanmu dan kebahagiaanmu.

Andre, semalam aku memimpikanmu lagi. Bukan mimpi yang baik, tetapi mimpi yang benar-benar buruk. Aku memimpikanmu meninggal andre. Dan ketika aku terbangun dan tersadar dari tidurku, aku tak kuasa untuk menahan air yang mengalir dari sudut mataku dan aku mengerang, menahan diri agar tidak menjerit-jerit. Maafkan aku andre karena tidak sengaja memimpikanmu dengan hal yang buruk. Tapi aku berharap mimpiku itu tidak memiliki makna atau arti yang buruk. Karena kata orang kalau kita memimpikan hal buruk, di dunia nyata itu akan jadi kebalikannya.

Andre, beberapa hari ini aku tidak sengaja memikirkanmu. Entah kenapa aku bisa memikirkanmu lagi, entah itu perasaanku yang masih menyayangimu atau perasaan rinduku yang sesaat padamu. Mungkin aku merasa menyesal, penyesalan itu selalu ada di akhir bukan? Padahal kamu sudah bilang padaku bahwa jangan sampai aku menyesal telah membuatmu mengambil keputusan untuk memutuskanku. Maaf andre, aku benar-benar menyesal belum bisa membuatmu bahagia ketika aku masih menjadi kekasihmu. Maaf jika aku tidak selalu membuatmu menjadi prioritas pertamaku. Maaf selalu membuatmu marah dengan sifat dan sikapku. Mungkin aku terlalu egois dan selalu ingin dimengerti kemauannya. Mungkin aku bukanlah wanita yang tepat untukmu atau.. Ah sudahlah jangan hiraukan kata-kataku..

Andre, aku masih ingat pertama kali aku bertemu denganmu. Kamu yang tiggi menjulang dengan rambut gondrongmu, kemeja kotak-kotak merah hitam, celana jeans yang berlubang dilutut, sandal jepit, dan senyummu.  Siang hari menuju sore hari di corner depan indomaret pleburan, dan aku bersama sahabatku. Kita sangat canggung waktu itu, aku bingung ingin berbincang apa denganmu, dan aku sibuk sendiri dengan ponselku.

Andre, di Jakarta apakah kamu baik-baik saja? Beberapa hari ini aku melihat display name BBM kamu dengan emoticon sakit. Apakah kamu sakit? Aku tidak berani bertanya padamu andre, karena aku takut dengan responmu dan akhirnya kita menjadi canggung. Jaga dirimu baik-baik disana andre, jaga kesehatanmu, aku tidak mau kamu sakit. Andre, don't too much to drink beer and smoke weed. Karena dulu kamu pernah bilang padaku kamu tidak ingin mengulang kejadian yang lalu.

Andre, (mungkin) ini surat terakhirku yang aku tuliskan untukmu. Aku hanya ingin menuliskan apa yang ada dibenakku dan tidak bermaksud untuk mengganggumu. Andre, jika kamu pulang ke Semarang dan kita tidak sengaja bertemu, aku ingin bisa berbincang denganmu, melihat senyummu, mendengar tawamu, dan.. Ah sudahlah, bisa bertemu denganmu saja sudah cukup untukku. Andre, terimakasih.. 


Dengan tulus,
Adel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar