13 Mei 2012

Terimakasih, Cinta.

"Everything I know about love I learned from you. And everything I know about pain I learned from you." - J-Rice 'Thank You For The Broken Heart'

Lelaki itu namanya Leo. Postur tubuhnya tinggi dan kurus dengan warna kulit cokelat gelap. Rambut pendeknya yang hitam dan lurus tidak sampai menyentuh leher. Bentuk wajahnya sedikit oval dengan rahang yang keras dan pipi yang tirus. Hidungnya mancung dengan bibir yang bisa tersenyum lebar memamerkan deretan giginya yang rapi. Kumis tipis dan jenggot minimalis yang ada di atas dan bawah bibirnya membuatnya semakin terlihat rupawan.

Aku pertama kali mengenalnya dari media jejaring sosial, twitter. Namun tanpa aku sadari aku telah lama mengetahuinya di media jejaring sosial lain bernama mxit ketika aku duduk dibangku smp. Dan kami juga berteman di media jejaring sosial facebook, itu juga tanpa aku sadari sebelumnya. Awalnya kami tidak saling mengenal, tapi dia yang pertama follow twitterku. Karena aku tidak mengenalnya, maka aku tidak follow dia balik. Setelah beberapa lama dia follow twitterku, akhirnya aku follow dia balik karena beberapa temanku mengenalnya. Jujur saja, aku tidak begitu tertarik padanya. Tapi lambat laun, semakin lama aku semakin mengenalnya dari melihat setiap tweet miliknya yang muncul di timeline milikku. Sampai pada saat aku mulai berkomunikasi dengannya melalui twitter dengan balas retweet. Sahabatku, sebut saja Dira, pernah bercerita tentangnya. Dira bercerita bahwa Leo pernah suka dengannya dan mencoba dekat dengannya. Tapi saat itu Dira sudah punya pacar dan sudah berjalan lama. Tak berapa lamapun Leo juga punya pacar. 

Sampai pada suatu hari aku meminta nomer hp-nya karena aku ingin mengajaknya jalan bersama Dira. Namun, sampai sekarang rencana itupun belum terealisasikan. Suatu kali aku pernah menulis sebuah tweet yang kasar karena aku habis dituduh yang bukan-bukan oleh mantanku, yang sekarang akupun tidak ingin mengenalnya lagi. Seketika itu Leo langsung mengirim sebuah  sms menanyakan aku kenapa dan aku langsung menceritakan semuanya ke Leo. Leo membuatku tenang dengan semua yang dikatakannya melalui sms yang menjawabi keluh kesahku. 

Tanggal 14 Januari 2012 adalah tanggal dimana pertama kali aku melihatnya secara langsung, kami tidak sengaja bertemu disebuah coffee shop yang biasa menjadi tempat nongkrongku dan teman-teman yang lain. Dan setelah hari itu aku semakin dekat dengannya, bahkan ketika aku sedang berada di Bandung kami selalu berkirim sms walaupun tidak setiap saat. Dan kebetulan saat itu aku sedang mengikuti sebuah acara menulis blog -30 hari menulis surat cinta-, dan dia secara tidak langsung meminta untuk dibuatkan sebuah surat cinta. Aku membuatkannya sebuah surat cinta yang sengaja tidak aku beri siapa nama pengirimnya, dan juga beberapa surat yang aku tujukan untuknya ada di blogku. Saat itu aku sebenarnya sudah merasa tertarik padanya, tapi aku berusaha untuk tidak menggubris perasaanku karena aku nyaman dengan keadaanku saat itu dengannya sampai suatu hari dia menghilang. Dia tidak lagi mengirimi aku sms dan membalas tweetku. 

Tanggal 28 Januari 2012, dimana hari itu aku sibuk sekali menjadi koordinator LO acara  puncak kompasmuda yang diadakan di salah satu perguruan tinggi negeri semarang dengan Guest Star Efek Rumah Kaca yang menjadi kesukaan Leo. Dia menyempatkan diri untuk datang karena aku memintanya untuk datang karena acara itu free. Aku yang awalnya harus membuat barikade didepan panggung agar para penonton tidak maju ke depan akhirnya menyeret Leo untuk menemaniku didepan panggung dan ketika dia berdiri disampingku, aku merasa berdebar-debar. Apakah saat itu aku mulai jatuh cinta? Atau sebenarnya sudah lama aku merasakannya tapi tidak mau untuk menyadarinya? Entahlah.

Lambat laun aku dan dia terpisah oleh jarak, kami berdua tidak lagi dekat seperti dulu. Walaupun kami masih berkomunikasi melalui bbm, tapi sudah tidak seasik dulu. Yang masih sama adalah perasaanku, yang semakin hari semakin tumbuh besar dan menyesakkan hati.  Aku merindukannya, sangat merindukannya. Satu-satunya orang yang selalu mendukungku untuk bertahan memiliki perasaan ini yaitu sahabatku, Putri. Putri selalu mendengarkan semua ceritaku dan juga sebaliknya, aku selalu mendengarkan semua ceritanya. 

Aku memang menyukai Leo, benar-benar suka. Walaupun aku tahu aku tidak akan pernah memilikinya. Karena sekarang dia sedang merantau jauh ke kota yang besar untuk mencari nafkah demi masa depan dan cita-citanya. Dan hatinya yang masih tertinggal untuk seseorang yang memang dia kasihi. 

Aku memang terluka, aku memang patah hati, dan mungkin juga aku cemburu dengan seseorang yang dia cintai. Tapi itu tidak membuatku membencinya, tidak membuatku menyerah, dan bertahan akan perasaanku ini. Walaupun memang pada waktu-waktu tertentu aku akan merasa benar-benar jatuh dan seakan menyerah, tapi ketika aku mengingat betapa aku harus berterimakasih padanya karena Leo mengajariku bagaimana mencintainya tanpa harus memilikinya, mencintainya tanpa harus memaksanya untuk membalas perasaanku. Yang tanpa dia sadari, aku telah belajar tentang cinta dan rasa sakit darinya.

Yang aku ingin dia tahu adalah bahwa aku tulus mencintainya dan mendoakannya. Dimanapun dia berada, aku akan selalu mendoakannya untuk kesehatannya, kesuksesannya, masa depannya, jodohnya, dan semua tentangnya. Terimakasih, Leo :)


Tulang rusukmu,
Adel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar