21 Januari 2013

Papa di Surga, Apa Kabar?

Papa di Surga, apa kabar? Semoga papa ditempatkan oleh Tuhan di sisi terbaikNya.

Papa, sudah hampir 15 tahun papa pergi meninggalkan kami semua. Kami benar-benar kehilanganmu, pa. Tapi sampai hari ini kami berhasil mengatasi semuanya karena papa memperhatikan kami dari surga di atas sana. 

Papa, aku sangat rindu sekali. Sejak papa pergi, keluarga besar kita jarang sekali pergi piknik bersama. Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing. Sejak papa pergi, tidak ada lagi yang menggendongku dipundak dan berjalan-jalan saat aku kecil. Malam itu saat papa dibaringkan di ruang tamu dan ketika aku mengintip dari celah dinding kamar, aku tidak mengerti kenapa papa tidur disitu sambil berselimut kain batik. Papa tidak bangun dari tidur papa dan semua orang menangis. Saat itu aku tidak menyadari bahwa papa sudah pergi untuk selamanya.

Sekarang istri papa, mama wari sudah menua. Keriput diwajahnya makin terlihat jelas, rambutnya sudah dipenuhi rambut putih, dan badan beliau mulai ringkih walau masih terlihat kuat. Anak pertama dan kedua papa, mas ari dan mbak rini, sudah berkeluarga. Tapi anak ketiga papa, mas heri, sepertinya belum berpikir untuk menuju ke pelaminan. Cucu papa seluruhnya ada lima, banyak kan pa? Sayang sekali papa tidak memiliki kesempatan untuk menimang cucu papa dan mereka juga tidak berkesempatan melihat eyang kakung mereka.

Papa, terkadang aku memimpikan papa masih ada disini, ditengah-tengah kami menghangatkan kebersamaan keluarga ini yang sudah mulai hilang. Ketika aku sedang melamun sendiri dan memikirkan tentang masa kecilku, aku teringat papa. Bagaimana papa menggendongku dipundak papa, bagaimana papa menyetir ketika kita sekeluarga pergi tamasya, dan berbagai kenangan selalu menyeruak ketika aku mengingat papa. Kenangan saat pergi memancing, saat bertamasya ke pegunungan, saat pergi ke pasar burung, dan saat papa terbujur kaku diruang tamu.

Papa, sekarang aku sudah besar. Aku sudah menjadi mahasiswa bukan lagi anak kecil berumur 5 tahun saat terakhir kali papa melihatku. Mungkin jika papa masih ada, papa akan selalu menasehatiku karena aku sekarang bandel sekali. Bahkan aku belum bisa membuat bangga papi, mami, ayah dan mama.

Papa, maafkan aku beberapa tahun belakangan aku belum sempat mengunjungimu. Tapi nanti aku akan menyempatkan waktuku untuk menjengukmu dan bercerita tentang semua yang terjadi dikeluarga besar kita. Aku tidak janji untuk tidak akan menangis ya, pa? Karena aku pasti akan menangis. Papa, doa akan selalu aku kirimkan untukmu. Semoga papa bahagia di surga di sisi Tuhan. Papa, aku menyayangimu.


Keponakan tersayangmu,
Adel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar