24 Januari 2012

Kacau.

Kereta Harina, 24 Januari 2012.

Hei, pikiranku. Kenapa kamu harus mengacaukan apa yang sudah aku tata dengan rapi? Kenapa kamu harus membuat pikiran dan perhatianku menjadi semakin bercabang? Kenapa kamu harus mengacak-acak lagi apa yang sudah aku masukan kedalam kotak dipojok kecil yang penuh kenangan itu?

Ah sudahlah, jangan kamu berpikir untuk mencari-cari lagi sosoknya, jangan kamu membayangkannya lagi, jangan kamu meluangkan waktu hanya untuk mengingat dan memikirkannya sedetikpun. Tolonglah aku pikiranku, aku sudah tidak ada lagi dipikirannya, sudah tidak ada lagi dihati dan benaknya. Bahkan bukan hanya aku, tapi juga nomor ponselku, kontak blackberryku, dan akun twitterku sudah tidak ada lagi dalam hidupnya. Sudah dihapus dan tidak berbekas.

Hei, pikiranku. Lebih baik kamu memikirkan dia. Dia yang selalu ada untukmu, yang menyapamu disetiap pagi dan malam, yang selalu perhatian dan peduli padamu, yang selalu menyemangatimu dan mendoakanmu. Dia yang merindukan senyummu. Aku tau kamu memikirkan dia. Tapi kamu harus membereskan, menata ulang perasaanmu dari seseorang yang telah menyakitimu dan menyia-nyiakanmu.

Ah cepatlah kau bereskan! Aku sudah lelah kau selalu mengacaukan apa yang sudah aku kumpulkan dan simpan dengan rapi dikotak dipojok penuh kenangan itu.

Hei, pikiranku. Bekerjasamalah denganku kali ini. Aku mohon. :(


Yang memilikimu,
Adel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar