22 Januari 2012

Untukmu Di Dalam Mimpiku

Bandung, 22 Januari 2012

Hei kamu, iya kamu. Kenapa kamu harus hadir di mimpiku 2 hari ini? Padahal aku sedang tidak memikirkanmu, sedang tidak ingin mengingatmu, bahkan aku tidak sedang merindukanmu. Ya, akhirnya aku bisa melupakanmu. Ternyata tidak terlalu susah untuk melupakanmu jika aku membiarkan pikiranku mengalir begitu saja dan tidak memaksakan diri untuk melupakanmu.

Entah kenapa aku memimpikanmu, apakah ini pertanda bahwa kamu merindukanku? Atau ternyata hatiku belum bisa benar-benar melupakanmu? Aku tidak tau jawabannya. Dan aku tidak ingin untuk mencari tau jawabannya. Sungguh. Walaupun mungkin didalam benakku, aku ingin tau apa arti mimpiku itu.

Mungkin hanya didalam mimpi aku bisa bertemu denganmu, berbincang denganmu, bersenda gurau denganmu, dipeluk olehmu, dikecup kening dan pipiku olehmu, diucapkan kata-kata manis olehmu. Iya, hanya dalam mimpi. Dan itu tidak akan pernah bisa untuk menjadi nyata. Aku juga tidak berharap itu menjadi nyata setelah apa yang aku, kamu, dan kita lewati sampai sekarang.

Hei kamu yang ada di mimpiku, dimanapun kamu berada, aku selalu mendoakanmu untuk kesehatanmu dan kebahagiaanmu. Jaga kesehatanmu, jangan terlalu sering menghisap lintingan itu, dan jangan lupa untuk beribadah ke gereja.


Yang memimpikanmu,
Adel

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar