05 Februari 2012

Kamu pilih yang mana?

Hei, kamu. Lagi-lagi aku menulis surat ini buat kamu. Ah tapi jangan berpikir yang bukan-bukan ya, karena aku hanya ingin menyampaikan apa yang ada dipikiran dan hatiku melalui tulisan ini.


Kamu mungkin tahu kan bagaimana perasaanku? Aku yakin kamu pasti tahu. Tapi sungguh aku meminta maaf kepadamu jika kamu merasa terbebani. Maaf ya? Mau kan maafin aku? :')
Emm mungkin ini terdengar seperti labil ya, baru kemarin-kemarin aku bilang bahwa aku mau lupain kamu, mau jauhin kamu, dan bla bla bla. Tapi ternyata hari ini aku jadi galau lagi gara-gara kamu. Argh aku juga ga ngerti kenapa bisa aku berubah-ubah pikiran. Tapi aku ga plin-plan kok beneran deh kalau aku udah mantep pasti ya aku bakal lakuin yang aku mantepin itu.

Ah seandainya aku punya keberanian ngomong sama kamu, responmu bakal gimana ya? Aku sudah terlanjur takut duluan, takut kamu merespon negatif, takut kamu jadi risih sama aku, takut kamu malah menjauh, cuma takut yang aku rasain. Masa aku menyerah gitu aja karena takut padahal belum terjun ke medan perang percintaan.  Seandainya ah seandainya..


Kamu tau ga? Kamu yang bisa bikin aku move on dari mantan aku yang ninggalin aku. Tapi aku sadar sih kamu cuma sekedar bantu aku bangun dari jatuhku aja dengan kasih semangat aku, kasih perhatian ke aku, peduli sama aku. Bagi aku, kamu itu bukan pelarian atau pelampiasan. Aku suka kamu karena aku terbiasa sama apa yang kamu lakuin buat aku. Tapi aku gamau minta lebih, karena aku tahu diri.

Boleh jujur kan? Sebenernya aku pengen banget tahu gimana respon kamu kalau tahu aku suka kamu. Tapi ya karena aku ga berani ngomong dan ga berani tanya ya aku cuma bisa diem dan penasaran. Terus kalau seandainya kamu baca surat-surat diblog aku yang aku tunjukin ke kamu ya aku pengen tahu juga tanggepan kamu dan pasti kamu juga sadar kan gimana perasaanku ke kamu tanpa aku bilang? Emm terus kalau seandainya kamu merasa terbebani sama merasa terganggu kamu seharusnya bilang sama aku biar aku tahu, jadi aku bisa berhenti.

Aku boleh tanya? Kamu mau pilih yang mana antara kamu pengen aku maju mendekat ke kamu memperjuangkan perasaanku ke kamu atau kamu pengen aku mundur perlahan dari kamu melupakan perasaanku ke kamu dan menghilang? 

Mungkin itu pertanyaan bodoh ya, kenapa juga aku ada pikiran kayak gitu? Emm walaupun kamu ga jawab pun aku bakal ngebiarin perasaanku ini tumbuh terus menghilang sendirinya. Aku akan mencintaimu dengan caraku. Aku akan mencintaimu diam-diam. Aku juga ga pengen terlalu berharap. Aku gamau maksa kamu buat suka sama aku hehe karena cinta itu gabisa dipaksakan. Dan kayaknya aku itu invisible dimata kamu. Pokoknya kamu ga akan mikirin aku walaupun aku mikirin kamu hehe :')

Hei, kamu. Kalau kata abang-abang Sheila On 7, aku itu Pemuja Rahasia. 


Dalam kegalauan,
Adel

Ps: Maaf bahasanya kacau karena terlalu mikirin kamu pakai backsong Pemuja Rahasia :p

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar