04 November 2014

Cinta Terlarang pt. 1

Aku tidak tahu apa yang sebenarnya sedang melanda hatiku. Seperti yang aku sadari, aku jatuh cinta. Ya, aku jatuh cinta pada pria itu. Salah seorang teman lamaku yang sudah lama tidak kujumpai. 

Andro. Itulah namanya. Jujur saja, aku tertarik padanya setelah sekian lama tak bertemu. Dia membuatku berdebar hanya dengan melihat senyumnya, tawanya, dan gurauannya dengan teman-teman yang lain. Mungkin teman-temanku menganggapku gila ketika aku senyum-senyum sendiri saat melihatnya seperti itu. Karena melihatnya begitupun aku sudah cukup bahagia. 

Lebih bahagia lagi ketika dia mencoba berkomunikasi denganku. Sekejap aku langsung merasa nyaman dengannya. Aku dan dia selalu bertukar cerita, entah itu tentang asmara, masalah, kegiatan, kesibukan atau apalah itu tentang kami berdua. Aku tau perasaan yang aku punya tidak boleh untuk aku teruskan, karena dia sudah memiliki pasangan. Seseorang yang cantik, anggun, dan lemah gemulai. Beda 180° denganku.

Namun, cinta memang tidak pernah salah. Cinta selalu datang kepadaku disaat yang tidak tepat. Aku semakin menyayanginya dan dia juga semakin lama menyayangiku. Aku merasa bersalah kepada pasangannya, tetapi aku tidak mau kehilangan dia. Aku tau aku egois tetapi aku ingin memilikinya. 

Aku dan dia, kami memulai sebuah hubungan yang terlarang. Aku menjadi orang ketiga di antara mereka. Aku membuat dia menjadi tidak setia kepada pasangannya. Tapi persetan dengan semua itu, dia juga ingin bersamaku. Lambat laun aku semakin tau seperti apa sebenarnya Andro ini, orang yang membuatku menjadi buta akan cinta. Ternyata, tidak hanya aku yg dia dekati, tetapi masih banyak wanita lainnya juga. 

Dan akhirnya akupun harus memutuskan, aku membuat sebuah pilihan untuknya. Tetapi tetap saja aku tidak tega untuk membuatnya memilih. Pada akhirnyapun aku memilih untuk mundur. Aku tidak ingin menjadi penghalangnya, aku ingin dia bahagia bersama pilihannya, entah itu denganku atau dengan yang lain. Aku hanya ingin dia merasa dia pantas untuk dicintai. Aku tidak ingin lagi membuat masalah untuknya. 

Tuhan, aku hanya ingin dia bahagia selamanya.

Kekasih gelapmu,
Angel.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar