16 September 2012

Cinta Pertamaku.


It's my first love
What I dreaming of
When I go to bed
When I lay my head upon my pillow
Don't know what to do
My first love
Thinks that I'm too young
He doesn't even know
Wish that I could show him what I'm feeling
Coz I'm feeling my first love

( First Love - Nikka Costa)

Cinta pertama, hm? Menurutku ada dua definisi tentang cinta pertama. Yang pertama, cinta pada pandangan pertama dan yang kedua cinta yang pertama kali kamu kenal. Dan mungkin semua manusia yang hidup di alam semesta ini tidak terkecuali aku, pernah memilikinya. Aku memiliki yang kedua, cinta yang pertama kali aku kenal. Sedikit bercerita tentang cinta pertama, aku akan kembali ke 14 tahun yang lalu. Saat aku berumur 5 tahun dan duduk di bangku taman kanak-kanak.

Cinta pertamaku adalah seorang anak kecil yang sangat nakal. Suka membuat anak kecil yang lain menangis, suka memerintah sana sini, dan suka sekali membuat keributan. Panggil saja dia Tama. Awalnya aku tidak berada satu kelas bersama Tama, tapi karena dia selalu membuat keributan dan kenakalannya yang agak tidak wajar untuk anak kecil dia dipindahkan ke kelasku. Dulunya dikelas aku ketua kelompok pisang, tapi setelah Tama pindah ke kelasku, formasi kelas berubah dan aku berpindah ke kelompok apel bersamanya. Dia menjadi ketua kelompok apel dan sangat suka memerintah, dan aku selalu diperintah dia untuk menemaninya bermain. Menyebalkan sekali saat itu, sungguh. Bahkan aku tidak suka dengan perlakuannya. Aku membencinya.

6 tahun berlalu setelah aku selesai menyelesaikan sekolah di TK dan SD. Tama tidak satu SD denganku, dan aku sangat bersyukur tidak harus satu sekolah dengannya. Tapi sayangnya saat duduk dibangku SMP kami berdua bertemu lagi. Tapi dia tidak pernah berusaha menggangguku, dan aku benar-benar besyukur saat itu. Sampai suatu hari saat kelas 3, dia menyapaku dan mengajakku mengobrol. Hal yang menurut orang lain biasa saja tapi menurutku itu sebuah kemajuan karena selama waktu itu kami berdua tidak pernah berbincang. Beberapa waktu setelahnya, aku menyadari bahwa setiap melihatnya mataku akan mengekornya, melihat setiap gerak-geriknya. Aneh bukan? Dulunya aku membencinya, dan kemudian aku menyukainya. Aku berniat mengatakannya. Ketika sekolahku mengadakan pesta perpisahan disebuah hotel, saat acara akan berakhir, aku mendekatinya dan mengatakan bahwa aku menyukainya. Responnya? Sungguh diluar dugaan. Dia berkata "Teke seneng mbek aku o," sebenernya aku tidak berharap untuk menjadi kekasihnya, aku hanya ingin menyampaikan perasaanku daripada aku harus memendamnya.

Kami berdua lagi-lagi bersekolah disekolah yang sama saat SMA. Hubungan kami berdua menurutku baik dan biasa-biasa saja. Aku sudah melupakan kejadian saat perpisahan dan mungkin dia juga sudah lupa. Sampai saat kelas 3, Tama dan aku mulai berdekatan. Dia bercerita tentang masalahnya denganku, begitu juga aku. Dia juga merekomendasikan beberapa band yang menurut dia musiknya akan cocok ditelingaku. Bahkan sampai sekarang musik-musik itu masih berdendang ditelingaku saat aku mempunyai waktu senggang ataupun menemaniku dimanapun dan kapanpun.

Dan yang tidak pernah aku duga sebelumnya, sampai sekarang kami berdua menjalin sebuah hubungan, persahabatan tentunya. Kami saling bertukar cerita, kami saling mengingatkan satu dan yang lain, dan kami berdua juga melakukan hal-hal gila yang mungkin orang lain menganggapnya tidak wajar. Dia akan selalu ada untukku juga sebaliknya aku akan selalu ada untuknya. Tama pun pernah menangis didepanku, dan aku langsung memeluknya. Aku tidak ingin melihatnya terluka, aku ingin melihatnya bahagia, sehat, dan selalu berada dijalan yang benar. Karena aku menyayanginya, selalu sampai kapanpun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar