25 September 2012

Kamu Aku Cinta.

Aku masih ingat, pertama kali aku melihatmu dari dekat. Kamu memakai baju berkerah berwarna putih dengan jaket cokelat dan model rambut rockabillymu berada dibalik pagar depan rumahku sembari menungguku membuka gembok. Aku juga masih ingat bagaimana kamu menyuruhku mengeringkan rambutku, bagaimana kamu menyentuh pipiku, bagaimana kamu menepuk-nepuk pelan pundakku, dan bagaimana kamu memintaku untuk menepuk halus punggungmu. Dan yang paling aku ingat adalah ketika pertama kali kamu memelukku, mencium pipiku, dan mengecup keningku. Semuanya masih teringat jelas dalam ingatanku. 

Sudah sebulan lebih berlalu, tapi aku masih menyimpan kenangan hari itu dengan rapi dalam memori otakku. Hari itu entah berapa kali aku mencoba untuk melihat kedalam bola matamu dan mencoba mencari tahu tentangmu, tapi kamu selalu menutup matamu dan menyembunyikan apa yang ada didalam sana. Setelahnya kita tidak pernah bertemu dan berkomunikasi. Kamu hanya sesekali menghubungiku hanya ketika kamu membutuhkanku, aku sadari itu.


Beberapa hari yang lalu kita tidak sengaja bertemu, di tempat yang biasa kamu dan teman-temanmu singgahi. Saat matamu tak sengaja bertatapan dengan mataku, ekspresi kagetlah yang sepertinya tersirat dari wajahmu, seakan kamu ingin tersenyum padaku tapi tak jadi dan kemudian kamu memalingkan wajahmu. Jantungku berdetak dengan kencang seketika, aku merasa gugup, dan aku menyadari bahwa aku ingin sekali menyentuhmu. Karena aku merindukanmu.


Aku tahu bahwa kamu tidak mungkin memiliki perasaan yang sama kepadaku, aku tahu kamu tidak akan pernah melihat perasaan yang aku punya untukmu, dan aku tahu kamu hanya mempermainkan perasaanku. Aku sangat tahu tentang semua itu. Secara tidak sengaja kamu telah menyakitiku pun aku menyadarinya. Walaupun begitu, aku sedikit berharap setidaknya aku ingin kamu bisa melihat perasaanku, membalasnya walau hanya sedikit, dan menyadari keberadaanku.


Duhai cinta..
Tataplah aku disini tetap menatapmu
Walau perih terus kau sakiti aku
Tetap mengharapmu


( Ku Benci Kau Dengan Cintaku - Tito )

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar