10 September 2012

Menjauhimu.

Namanya Nata. Saat ini dia yang mengambil alih seluruh pikiranku. Menyita setidaknya separuh dari waktuku hanya untuk memikirkannya. Tapi mungkin sebaliknya, dia tidak sedikitpun memikirkanku.

Hei, Nata. Apakah kamu masih ingat hari dimana pertama kali kamu datang kerumahku? Hari dimana pertama kali aku melihatmu secara dekat? Hari dimana pertama kali kamu memegang tanganku, menyentuh pipiku, dan memeluk tubuhku? Tahukah kamu? Aku masih ingat semua detail-detail kecil saat bersamamu. Wangi parfum yang kau gunakan masih aku ingat seluruhnya, baunya menempel dibajuku saat kamu memelukku, dan aku menyukainya. Sangat menyukainya. 

The sun is filling up the room
And I can hear you dreaming
Do you feel the way I do right now?
I wish we would just give up
Cause the best part is falling
Call it anything but love

Aku tau saat sebelum kita bertemu, aku sudah jatuh hati kepadamu. Entah aku juga tidak mengerti apa alasanku untuk jatuh cinta kepadamu. Karena yang aku tahu, tak perlu ada alasan untuk jatuh cinta. Aku tau, benar-benar tau bahwa kamu tidak akan bisa membalas perasaanku. Bahkan untuk melihat perasaanku pun kamu tidak mau. Aku sangat sadar bahwa kamu mencariku jika kamu membutuhkanku. Seperti telfon-telfonmu saat dini hari, pesan-pesan singkatmu saat malam hari ketika kamu sedang bosan. Aku benar-benar sadar akan itu, tapi aku berpura-pura untuk tidak menyadarinya. Sampai pada saat dimana aku mengirimi kamu sebuah pesan singkat yang menyatakan bahwa aku merindukanmu, tapi aku sama sekali tidak mendapat balasan darimu, kamu tidak menggubrisnya sama sekali. 

And I will make sure to keep my distance
Say "I love you" when you're not listening
How long can we keep this up, up, up?

Akhirnya, aku memutuskan untuk menjaga jarak dan mulai menjauh darimu. Karena sia-sia untukku jika perasaanku tidak kamu dengar dan hanya kamu permainkan. Karena aku juga tidak mau untuk hanya dimanfaatkan oleh kamu, yang hanya datang kepadaku disaat kamu membutuhkanku. Aku takut, benar-benar takut jika aku semakin lama tidak bisa untuk melupakan dan menjauh darimu.

And please don't stand so close to me
I'm having trouble breathing
I'm afraid of what you'll see right now
I give you everything I am
All my broken heart beats
Until I know you understand

Tapi kamu datang lagi setelah aku sedikit demi sedikit mulai menikmati waktu saat menjauhimu. Dua hari yang lalu, kamu menelfonku. Jarak yang seharusnya sudah aku buat jauh kembali berdekatan lagi. Suara kamu yang nge-bass sangat aku rindukan dan candaanmu yang bisa membuatku tertawa. Sungguh, tidak ada yang lebih menyenangkan dan melegakan saat tahu kamu berusaha menelfonku berkali-kali saat itu. Pertahananku seketika rubuh, tapi aku harus meyakinkan diriku bahwa aku harus benar-benar menjauh darimu, meyakinkan diriku bahwa aku tidak boleh lagi untuk berdekatan denganmu lagi. Aku takut untuk sakit hati yang harus lama untuk disembuhkan.

Make sure to keep my distance
Say "I love you" when you're not listening
How long till we call this love, love, love?

Seperti lagu yang dinyanyikan Christina Perri bersama Jason Mraz berjudul Distance. Aku harus memastikan aku mampu menjaga jarak dan menjauh dari kamu. Walaupun aku mempunyai perasaan kepadamu. Dan aku tidak tahu sampai kapan aku akan berhenti untuk menjauhimu, yang aku tahu, aku akan sangat merindukanmu, Nata.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar