04 September 2012

Suburban Love.

Listen to me just this once you should know
It won't take much time its all in my mind
I've got so many thing to say

Dengan perlahan lagu Suburban Love dari Lipstik Lipsing membawaku kembali ke hari Sabtu, 2 September 2012. Membawaku ingatanku kembali ke waktu bersama seorang sahabat dengan cerita-cerita cintanya, yang menurutku seharusnya dia tidak mendapatkan perlakuan seperti itu. Kali ini aku akan menceritakan kisahnya, walaupun dulu pernah sedikit aku ulas di suratku beberapa bulan lalu.

I don't know where you come from 
What you made from
Something whisper me so good
How could you send me a pack of lies

Namanya Galang. Untuk ukuran seorang lelaki badannya kecil dan tidak terlalu tinggi, bahkan tinggiku sampai hingga dagunya. Kulitnya kuning langsat dan dengan rambut potongan pendek dia terkesan rapi. Dia vokalis dan juga seorang gitaris. Dia juga menulis lagu untuk bandnya, nama bandnya Dislike Of Disguise. Aku mengenalnya dari teman dekatku Rifka sejak September tahun lalu, tapi sebenarnya kami sama-sama saling tahu di Twitter sejak 3 tahun lalu (2009). Dia sudah seperti kakakku, dan dia sudah menjadi salah satu bagian penting dalam hidupku. Bahkan setiap kali kami jalan berdua kami dikira seperti orang berpacaran. September ini setahun aku dan Galang berteman, waktu yang belum cukup lama tapi kami sudah saling berbagi kisah tentang kehidupan, teman, musik, dan juga tentang cinta. 

We could make it simple 
Why you always set me in trouble 
I've never been so sure my feeling lack to shows
But you don't even care i know

Ngomongin tentang cinta, Galang pernah mempunyai sebuah hubungan yang kompleks dengan serorang perempuan sebut saja Nia. Hubungan itu berlangsung selama 6 bulan. Tapi sayangnya selama 6 bulan itu pula Galang tidak pernah dianggapnya sebagai seseorang yang spesial atau yang biasa kita sebut pacar.

You can fill your eyes
With tears wreath your face with smile
Somehow i can't deny
But i'm trying to let you go

Apakah ada yang lebih sakit daripada tidak dianggap? Bahkan seorang Galang rela selama menjalin hubungan, dia dengan motor tuanya tak kenal lelah untuk mengunjungi rumah Nia yang berpuluh-puluh kilometer jauh dari rumahnya. Saat Nia berulangtahunpun, Galang membuatkannya sebuah lagu untuknya yang diberi judul EKS (nama panjang Nia). Tapi sekarang lagu itu telah berganti judul menjadi Elora Kebisingan Sunyi. 

If this is your game
You're the only one who makes the rule
I've tried to play this one
If this your game 
But you never let me find the rule
I'm tired to play this one
And i loose my self for nothing

Bukan hanya tak dianggap, Galang juga diselingkuhi olehnya. Ya Tuhan, salah apa Galang? Kurang setia apa dia? Aku sedih melihat temanku disakiti, diinjak-injak harga dirinya, juga disia-siakan seperti itu. Dan taukah kalian? Setelah melakukan itu semua, Nia menyesal dan meminta Galang untuk kembali. Saat itu Galang masih terombang-ambing dalam ketidakpastian dan ketakutan akan terulangnya hal yang sama. Tapi Galang tetap mencintai Nia walaupun dia telah menyakitinya seperti itu. 

I wonder if you know
Suddenly you changed my mind
I wonder why you go 
I can't believe what we've become now

Sampai akhirnya Galang bisa sedikit melupakan Nia dan dekat dengan seorang perempuan manis namanya Bunga. Mereka sudah saling suka dan tinggal sebentar lagi mereka bisa bersama. Tapi sayangnya, Tuhan berkehendak lain. Bunga pergi untuk selamanya, pergi ke sisi  Tuhan YME. Lagi-lagi Galang dihadapkan dikeadaan yang sulit tapi dia tetap tegar. Aku hanya bisa mendukungnya untuk kembali bangkit dari keterpurukan. Selang beberapa waktu dia mulai dekat lagi dengan seorang perempuan lain namanya Anja. Perempuan ini baru saja lulus SMA dan aku tidak begitu suka dengan Anja karena dia seperti mempermainkan perasaan Galang. Yang akhirnya beberapa minggu terakhir ini Galang mengakui bahwa dia sudah dua kali dekat dengannya dan iya saja semuanya kandas karena Anja tidak ingin menjalin sebuah hubungan.

I wonder if you know 
Suddenly you make me drown
I wonder why you go
I only get myself to blame

Setelah kandasnya harapan Galang untuk bersama Anja, dia kembali dekat dengan Nia. Ya, lagi-lagi dia kembali. Tapi itu tidak berlangsung lama, karena respon Nia membuat Galang mulai kehilangan perasaannya pada Nia. Dan belum lama ini Galang sedang dekat dengan seorang adek kelasku waktu SMA. Panggil saja Nisa, baru beberpa bulan dia putus dengan pacarnya. Mereka berdua saling kenal melalui twitter, berlanjut ke Blackberry Messenger. Galang mempunyai rasa ketertarikan pada Nisa dan memintaku untuk membantunya. Tapi seperti yang Galang ketahui, Nisa masih belum bisa move on dari mantannya. Sampai pada titik dimana Nisa tidak membalas BBM darinya, dia memohon padaku untuk membantunya. Dan sekarang Galang tidak menggunakan Blackberry lagi dan dia dengan cara pencitraan meintaku untuk mencari tahu nomor HP Nisa. Akhirnya, kemarin Sabtu aku tanpa basa-basi meminta nomer Nisa untuknya. Dan baru kemarin Galang mengirimiku teks singkat yang mengatakan bahwa Nisa sepertinya sudah dekat dengan orang lain. Lagi-lagi (sepertinya) cintanya akan kandas lagi. 

Ah, Galang. Apa kamu itu tidak lelah selalu memiliki kisah cinta yang selalu kandas? Yang selalu terpinggirkan? Jangan salahkan dirimu, mungkin memang belum saatnya kamu dengan yang lain. Nikmatilah saja dulu hidupmu. Nikmati kesendirianmu. Tidak usah buru-buru untuk memiliki tambatan hati. Ya, hitung-hitung menemani masa-masa jombloku juga sih phffftt. Tapi aku yakin suatu hari nanti kamu akan nemuin seseorang yang memang diciptakan untukmu :)


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar